Tuesday, 16 June 2015

Impor BBM Pertamina Melonjak 233%, Ini Penyebabnya

Buat mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap puasa & lebaran thn ini, PT Pertamina (Persero) membutuhkan dollar Amerika Serikat sejumlah US$ 500 juta/hari atau lebih kurang Rupiah 6,5 triliun, atau naik 233%. Tetapi buat hri biasa Badan Usaha Milik Negara ini memerlukan dollar AS banyaknya US$ 150 juta/hari, atau lebih kurang Rupiah 1,95 triliun/hari.



"US$ 500/hari itu cuma utk mengamankan pasokan BBM disaat puasa & lebaran saja. Namun bila hri normal keperluan dollar AS di bawah US$ 150 juta," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, terhadap DetikFinance, Rabu (17/6/2015).

Bambang menyampaikan, sebab dikala puasa & lebaran kepentingan & mengonsumsi BBM penduduk meningkat pass signifikan. Utk itu, pihaknya mesti menambah lebih tidak sedikit lagi impor BBM.

"US$ 400 Juta-US$ 500 juta itu dikarenakan kita mesti tambah impor BBM, lantaran ketika musim ini kepentingan BBM meningkat signifikan," tutur Bambang.

Bambang merinci, buat mengamankan pasokan BBM masa ini, Pertamina menambah impor Premium lebih tidak sedikit 1 juta barel per bln dari impor kebanyakan. Sedangkan solar ditambah 500.000 barel lebih tidak sedikit dari impor masa biasa.

"Jadi bisanya kita impor premium itu jumlahnya 8 juta barel per bln, kali ini ditambah menjadi 9 juta barel per bln. Kita tambah sejak Juni & Juli, artinya ada tambah 2 juta barel keseluruhan jumlahnya 10 juta barel utk amankan pasokan premium terhadap puasa & lebaran," ungkapnya.

"Sedangkan penambahan solar itu sejumlah 500.000 barel saja per bln, cuma yang merupakan stok build-up, terlebih mengonsumsi solar turun ketika puasa & lebaran. Sementara buat impor minyak mentah ketika ini belum ada penambahan, lantaran kapasitas produksinya kan telah maksimal, tak naik lagi," tutupnya

Impor BBM Pertamina Melonjak 233%, Ini Penyebabnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: JASA AMOS

0 comments:

Post a Comment